Panembahan
Budaya Nenek Moyang
Panembahan
Eyang Ragil Banda Yudha
Panembahan
adalah kata yang identik dengan Agama Kejawen.
Panembahan berasal dari kata sembah yang
berarti memuja. Panembahan terletah
di atas bukit kecil, tepatnya di Desa Rawajaya Bantarsari Cilacap. Konon cerita
yang beredar Panembahan ini bekas tempat pemujaan terhadap roh-roh dewa oleh
para nenek moyang.
Hingga saat ini,
Panembahan Eyang Ragil Banda Yudha masih menjadi tempat pemujaan oleh Para
Penokoh Agama Kejawen. Orang-orang yang
menyembah adalah para Cucu Eyang Ragil Banda Yudha yang berada di dalam maupun
di luar daerah Cilacap. Pemujaaan biasa dilakukan pada malam Jumat Kliwon dn
malam Minggu Pahing dengan membawa sesaji seperti kembang kemenyan, bunga tujuh
rupa dan bahan-bahan lain. Juru Kunci Panembahan ini berada di Kaki Bukit Kecil
Panembahan sekitar 10 meter ke selatan dari bukit. Beliau adalah Romo Triswono,
pria kelahiran sekitar tahun 1940-an ini adalah keturunan generasi kelima dari
Eyang Ragil. Kepribadian beliau adalah tokoh yang ramah, baik dan penyayang.
Maka dari itu beliau sangat dihormati dikalangan masyarakat Panembahan.
Gambar 1.1.Tempat menyembah.
Gambar 1.2. Tangga menuju tempat penyembahan.
Panembahan
adalah sebuah bukit kecil. Tempat ini selain sebagai tempat menyembah, juga
dapat dinikmati keindahan alamnya. Kealamiannya yang cukkup terjaga sering dimanfaatkan
untuk tempat refreshing bagi sebagian
penduduk sekitar Panembahan. Udara yang sejuk dan rindangnya daun pepohonan
menjadi daya tarik tersendiri. Kebudayaan yang masih terjaga diantaranya sebagai
berikut :
Gambar
1.3.Pohon terbesar di Panembahan yang berumur sekitar 200 tahun.
Gambar
1.4.Batu yang unik di Panembahan.
Gambar 1.5. Bibit tanaman yang berusia sekitar 1 tahun
Juga masih
terdapat banyak lagi ragam alam yang ada di Panembahan ini.
Terima kasih
kepada Eyang Triswono sebagai narasumber.
Sekian, inilah
Panembahan di daerah saya. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada tutur kata
yang kurang berkenan.





terimakasih ojil, materinya.. aku pake buat bahan tugas bahasa jawa.. :D sukses selalu jil :D
BalasHapusApa sudah benar ditulis eyang Ragil Bandayudha kok gak ada spasinya seolah olah satu nama....padahal di lokasi makamnya dua tempat hanya jaraknya dekat.Aku sendiri sudah pernah kesana.....
BalasHapusBoleh minta Sherlock om, soalnya aq pernah kesana waktu kecil ntah sekarang sangat ingin kesitu.
HapusEyang Bandayuda apa yang disebut dengan Ki Jaga Laut,untuk mengawasi segara anakan dari perampok....yang disisi barat di awasi oleh Ki Jaga Resmi.....
HapusBila mana Raden Bagus Cemethi alias Ki Jaga Laut adalah Eyang Bandayuda
beliau masih mempunyai 2 saudara yaitu Raden Bagus Klantung (Eyang Kalayuda) dan yang bungsu itu R.Ay Islamiyah (Eyang Ragil).....Dari ketiganya adalah anak dari seorang ibu dari Bulupitu Tunjung Seto,Kutowinangun yang bernama Dewi Retno...
Ralat R.Ay Islamiyah (Eyang Ragil)
HapusR.Ay.ISBANDIYAH (Eyang Ragil)
HapusAss. Saudara saudara apakah di wilayah Cilacap adakah petilasan atas nama Sanga Yuda ? Mohon infonya karena saya berdasarkan cerita nenek masih ada silsilah dari Sanga Yuda yang ada diwilayah Cilacap.
BalasHapusSemestinya harusnya diceritakan dahulu alur sejarahnya....karena orang jaman dahulu mempunyai nama lebih dari satu...tujuannya untuk keamanan dari musuh...
BalasHapus